Tuesday, May 28, 2013

Tari Gambyong

Tari Gambyong

Tari Gambyong adalah tarian tradisional khas Jawa Tengah yang telah ada sejak zaman Sunan Paku Buwono keenam atau sekitar tahun 1800-an. dalam buku "Cariyos Lelampahanipun" karya Suwargi R.Ng. Ronggowarsito (1803-1873) yang mengungkapkan adanya penari ledhek yang bernama Gambyong yang memiliki paras cantik jelita, mahir dalam menari dan kemerduan dalam suara sehingga menjadi pujaan kaum muda pada zaman itu. Begitu terkenalnya Gambyong di kalangan masyarakat hingga akhirnya kepopuleran wanita itu terdengar di lingkungan Kesunanan Surakarta. Maka Atas permintaan Sinuhun Paku Buwono keenam, Gambyong diperintahkan mengadakan pertunjukan di lingkungan Kesunanan Surakarta. Maka sejak saat itulah tarian yang dimainkan oleh Gambyong itu dikenal dengan nama Tari Gambyong. dan Tari Gambyong sering dimainkan di lingkungan Kesunanan Surakarta sebagai pertunjukan hiburan bagi Sinuhun Paku Buwono keenam dan tari penyambutan ketika ada tamu kehormatan berkunjung ke Kesunanan Surakarta. Seiring dengan perkembangan zaman tarian ini juga seering dimainkan sebagai hiburan pertunjukan bagi masyarakat umum. Sekarang tari Gambyong biasa dimainkan ketika warga Jawa Tengah menyelenggarakan pesta pernikahan, khitanan atau acara lainnya. Sebagai promosi budaya Jawa Tengah.

alat musik

alat musik yang digunakan dalam mengiringi tarian gemboyng adalah Seperangkat gamelan Jawa yang terdiri dari gambang, gong, kenong serta kendang. Kendang adalah alat musik utama dalam mengiringi tarian Gambyong dari sekian banyak alat musik yang digunakan. Sebab selama pertunjukan berlangsung alat musik Kendanglah yang menuntun penari Gambyong untuk menari mengikuti lantunan tembang atau lagu berbahasa Jawa. Setiap gerakan para penari wanita yang lemah gemulai mengibaratkan sikap dan watak para wanita Jawa Tengah yang identik dengan lemah gemulai dan ciri khas dari Tari Gambyong itu sendiri. Gambaran kelembutan sikap dan watak wanita Jawa Tengah tidak hanya terlihat dari gerak tariannya yang yang gemulai, melainkan juga dari tata rias penarinya. kostum penari Gambyong mengenakan pakaian khas penari wanita Jawa Tengah yaitu kain kemben dengan bagian bahu terbuka sebagai atasan dan kain panjang bermotif batik sebagai bawahan. Konon semakin cantik paras penarinya maka semakin istimewa pertunjukkan tarinya.

Gerak tari

Koreografi tari Gambyong sebagian besar berpusat pada penggunaan gerak lengan, kepala, tubuh dan kaki. Gerak kepala dan tangan yang halus dan terkendali merupakan spesifikasi dalam tari Gambyong. pandangan mata yang bergerak mengikuti arah gerak tangan dengan memandang jari-jari tangan menjadikan faktor dominan gerak-gerak tangan dalam ekspresi tari Gambyong. pada saat sikap beridiri dan berjalan Gerak kaki mempunyai korelasi yang harmonis. Sebagai contoh , pada gerak srisig (berdiri dengan jinjit dan langkah-langkah kecil), nacah miring (kaki kiri bergerak ke samping secara bergantian atau disusul kaki kanan diletakkan di depan kaki kiri, kengser (kaki digerakkan ke samping kanan dan kiri dengan cara bergeser dengan posisi telapak kaki tetap merapat ke lantai). pergerakan kaki yang spsifik pada tari Gambyong adalah gerak embat atau entrag yaitu menggerakan lutut yang sedikit terbuka ke bawah dan ke atas secara beraturan. Ciri khas, selalu dibuka dengan gendhing Pangkur. akan terlihat indah dan elok apabila si penari mampu menyelaraskan gerak dengan irama kendang dan gending.

Penggarapan pola lantai pada tari Gambyong dilakukan pada peralihan rangkaian gerak pada saat transisi rangkaian gerak satu dengan rangkaian gerak berikutnya dan perpindahan posisi penari biasanya dilakukan pada gerak penghubung, yaitu kengser, singket ukel karana, srisig, dan nacah miring. Selain itu dilakukan pada rangkaian gerak berjalan (sekaran mlaku) ataupun gerak di tempat (sekaran mandheg)

Saturday, May 18, 2013

seni tari indonesia yang terkenal di dunia


Seni Tari Tradisional

Seni tari tradisional adalah ungkapan jiwa yang mengandung unsur keindahan dalam bentuk gerakan yang teratur sesuai dengan irama yang mengiringi setiap gerakan. Tari tradisional adalah keindahan gerak anggota-anggota tubuh yang bergerak, berjiwa, dan berirama. Tiga unsur utama yang terdapat dalam tari adalah wiraga (fisik), wirasa (penjiwaan atau ekspresi), dan wirama (iringan musik). Perbedaan antara Gerak tari dan gerak biasa terdapat dalam hal kehalusan gerakan, irama, tempo, dan iringan musik.

beberapa Jenis tari tradisional Indonesia yang Terkenal hingga Penjuru Dunia:

1. Tari Tradisional Bali
tari tradisional
Kesenian tari tradisional bali ini memang sangat di kagumi oleh banyak wisatawan mancanegara baik dari asia, eropa hingga amerika, tari tradisional anak bangsa indonesia yang semakin tersohor karena memilliki kekuatan seni yang dalam. Banyak turis yang mau berkunjung tidak hanya untuk menyaksikan saja tetapi belajar tari tradisional bali karena mereka suka sekali dengan cerita dan juga pertunjukan seni bali itu sendiri.

2. Tari Tradisional dari Aceh Tari Saman

tari tradisional
Tari tradisional saman termasuk dalam kategori seni tari yang sangat unik dan menarik. Keunikan tari saman ini terletak pada saat melakukan tarian  yakni dengan posisi duduk dan juga pada kekompakan gerakannya yang semakin lama semakin cepat dan sangat mengagumkan. Para penari saman dituntut untuk dapat bergerak serentak bersamaan dengan penari lainnya mengikuti irama musik yang mengiringinya.

3. Tari Tradisional dari Ponorogo (Reog Ponorogo)

Reog adalah salah satu Tari tradisional kesenian budaya yang berasal dari Jawa timur bagian barat-laut dan kota Ponorogo dianggap sebagai kota asal Reog. Gerbang kota Ponorogo dihiasi oleh sosok warok dan gemblak yang merupakan dua figur yang ikut tampil pada saat reog dipertunjukkan dan merupakan salah satu budaya daerah di Indonesia yang masih sangat kental dengan hal-hal yang berbau mistik dan ilmu kebatinan yang kuat.

4. Tari Tradisional Pendet

tari tradisional
Tari Pendet merupakan Tari tradisional pemujaan yang banyak dilakukan di tempat ibadat bagi umat Hindu di Bali, Indonesia penyambutan atas turunnya dewata ke alam dunia. I Wayan Rindi adalah pencipta tarian ini yang juga merupakan maestro tari yang dikenal luas sebagai penggubah tari pendet sakral yang bisa di pentaskan di pura setiap upacara keagamaan umat hindu bali. Seiring perkembangan zaman, para seniman Bali mengubah Pendet menjadi tarian ucapan selamat datang bagi para wisatawan, meski tetap mengandung anasir yang sakral-religius. Tontonan wajib bagi wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Pulau Dewata adalah tari pendet.

5. Tari Tradisional Kecak

tari tradisional
Kecak adalah pertunjukan seni tari tradisional khas Bali yang dimainkan terutama oleh laki-laki yang mengenakan kain kotak-kotak seperti papan catur melingkari pinggang mereka,  ada pula para penari lain yang memerankan tokoh-tokoh Ramayana seperti Rama, Shinta, Rahwana, Hanoman, dan Sigriwa dan sudah ada sejak tahun 1930-an. Tarian ini dipertunjukkan oleh banyak penari laki-laki yang duduk berbaris melingkar dan dengan irama tertentu menyerukan “cak” dan mengangkat kedua lengan, menggambarkan kisah Ramayana saat Rama dibantu  sekelompok Kera  yang berbaris  melawan Rahwana. Kecak sebenarnya adalah ritual kepada Sanghyang, penari tarian ini akan berada pada kondisi tidak sadar melakukan komunikasi dengan Tuhan atau roh para leluhur dan kemudian menyampaikan harapan-harapannya kepada masyarakat setelah menari. Tari kecak tidak menggunankan alat musik apapun

6. Tari Tradisional Klasik Kraton Surakarta

tari tradisional
Semua gerakan baik itu tangan, kaki, badan maupun kepala memiliki aturan sendiri-sendiri  bahkan gerakan tertentu memiliki filosofi yang sarat pesan yang tidak sekedar melambangkan sebuah aktivitas gerak tubuh. Belum lagi pakaian yang harus dikenakan dan musik yang mengiringi tarian tersebut. Unsur-unsur itulah yang membuatnya berbeda dengan tari-tarian rakyat yang bersumber pada ekspresi masyakarat, tempat dimana tarian itu mulai dikenal.